Dalam kamus bahasa indonesia
:
PACAR adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan
berdasarkan cinta kasih.
BERPACARAN adalah bercintaan
dan berkasih-kasihan.
MEMACARI adalah mengencani
dan menjadikan dia sebagai pacar.
Kata PACAR sendiri berasal
dari nama sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali.
Hal ini sebagai simbol bahwa dalam pacaran, jika suatu waktu telah puas dengan
pacarnya, maka dia akan mudah beralih kepada pacar yang baru.
Sebagian orang beranggapan,
bahwa dengan berpacaran maka mereka dapat saling mengenal dan mengetahui
karakter masing-masing. Tetapi dalam kenyataannya, bahwa dengan berpacaran
justru bukannya bertujuan saling mengenal, melainkan upaya melampiaskan nafsu
birahi, yaitu melampiaskan nafsu syahwat cinta. Dengan terbiasa melampiaskan
nafsu birahinya kepada pacarnya, maka akan semakin meningkat hebat rasa
kangennya jika tidak sering berdampingan terus-menerus dengan pacarnya. Bahkan
semakin meningkatnya rasa kangen yang ada pada dirinya dalam merindukan
pacarnya, akan menjadi penyakit yang serius jika tidak bertemu pacarnya untuk
melampiaskan keinginan nafsu birahinya. Dengan semakin kuat meningkatnya
penyakit rasa kangen dengan lawan jenis sebelum menikah, yaitu kangen dengan
pacarnya, menjadikan kebanyakan para remaja yang berpacaran dan terbiasa
melampiaskan nafsu birahinya terjangkiti penyakit asmara (cinta) yang semakin
hebat dan sulit teratasinya, karena mereka merasa masih harus membatasi dirinya
dalam berpcaran agar tidak terperosok dan tidak menjadi korban cinta yang fatal
yang membuat kehidupan dirinya jadi terbengkelai dan penuh derita dalam
kehidupan masa depannya. Penyakit rasa kangen yang sudah kronis bagi mereka
yang berpacaran, akan segera terobati/sembuh, jika diobati dengan menikah
segera, sehingga bisa benar-benar melampiaskan nafsu birahinya dengan istri
ataupun suaminya. Meskipun begitu, belum tentu setelah pacarnya dinikahi
kemudian hilang rasa derita dalam hidupnya dan penuh rasa bahagia. Sebab hidup
tidak hanya cukup dengan cinta dan punya suami atau istri. Hidup butuh sarana
dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani kita, sehingga kita
bisa merasa senang, aman, nyaman dan bahagia. Itulah sebabnya perlunya bagi
mereka yang masih muda untuk mempersiapkan masa depannya. Meskipun dari
kalangan remaja banyak yang dalam belajar selama bersekolah pikirannya
terganggu oleh rasa kangen terhadap pacar karena terbiasa merasa asyik
bersenang-senang berpacaran dengan pacarnya, tetapi tidak sedikit pula para
pelajar yang tidak mau berfikir tentang pacar sebelum cita-citanya tercapai.
Sebab mereka menyadari bahwa belajar dan aktivitas mereka akan banyak terganggu
jika mereka lebih mengutamakan mencintai cowok/cewek sebelum cita-citanya
tercapai. Terlebih jika pacaran yang dilakukan masih sangat jauh untuk menuju
menikah, maka secara umum kebanyakan mereka (terutama remaja cewek) mengalami
menjadi korban akibat diputus cintanya oleh cowok yang menjadi pacarnya. Dengan
membiarkan dirinya cinta dan kangen terhadap lawan jenis dan melampiaskan
nafsunya berbuat intim atau mesra sebelum diikat oleh tali pernikahan, maka
penyakit kangen pacar tidak akan pernah berhenti, sehingga dalam hidupnya
menyebabkan rohaninya selalu terganggu. Sangat bersyukurlah bagi para remaja
yang tetap mampu menahan diri berusaha mengendalikan diri untuk tidak melakukan
berpacaran terlebih dahulu pada saat-saat masih bersekolah, karena merasa harus
lebih mengutamakan mengejar cita-cita melalui menuntut ilmu terlebih dahulu,
demi untuk menggapai masa depan yang lebih baik, dan hidup di jalan yang
diridhoi oleh Alloh SWT. Itulah sebabnya, bahwa dalam hidup ini kita wajib
berikhtiar atau berusaha, dan dengan senantiasa meningkatkan iman dan takwa
kita kepada Alloh SWT, sehingga kita bisa memperoleh kebahagiaan hidup di dunia
dan akhirat.
Dari sudut bahasa sudah
nampak bahwa pacaran adalah hubungan cinta kasih antara lawan jenis diluar
nikah, dan mengandung unsur-unsur yang membahayakan masa depan kedua pasangan
tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak.
FIRMAN ALLAH :
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (QS. Al-Israa : 32).
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (QS. Al-Israa : 32).
RASULULLAH SAW,bersabda :
"Sesungguhnya salah seorang di antara kamu ditikam dari kepalanya dengan jarum dari besi,adalah lebih baik daripada menyentuh seseorang yang bukan muhrimnya.
(HR. Thabrani).
"Sesungguhnya salah seorang di antara kamu ditikam dari kepalanya dengan jarum dari besi,adalah lebih baik daripada menyentuh seseorang yang bukan muhrimnya.
(HR. Thabrani).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar