Minggu, 01 November 2015

ARTI PACARAN

Dalam kamus bahasa indonesia :
PACAR adalah kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih.
BERPACARAN adalah bercintaan dan berkasih-kasihan.
MEMACARI adalah mengencani dan menjadikan dia sebagai pacar.
Kata PACAR sendiri berasal dari nama sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali. Hal ini sebagai simbol bahwa dalam pacaran, jika suatu waktu telah puas dengan pacarnya, maka dia akan mudah beralih kepada pacar yang baru.
Sebagian orang beranggapan, bahwa dengan berpacaran maka mereka dapat saling mengenal dan mengetahui karakter masing-masing. Tetapi dalam kenyataannya, bahwa dengan berpacaran justru bukannya bertujuan saling mengenal, melainkan upaya melampiaskan nafsu birahi, yaitu melampiaskan nafsu syahwat cinta. Dengan terbiasa melampiaskan nafsu birahinya kepada pacarnya, maka akan semakin meningkat hebat rasa kangennya jika tidak sering berdampingan terus-menerus dengan pacarnya. Bahkan semakin meningkatnya rasa kangen yang ada pada dirinya dalam merindukan pacarnya, akan menjadi penyakit yang serius jika tidak bertemu pacarnya untuk melampiaskan keinginan nafsu birahinya. Dengan semakin kuat meningkatnya penyakit rasa kangen dengan lawan jenis sebelum menikah, yaitu kangen dengan pacarnya, menjadikan kebanyakan para remaja yang berpacaran dan terbiasa melampiaskan nafsu birahinya terjangkiti penyakit asmara (cinta) yang semakin hebat dan sulit teratasinya, karena mereka merasa masih harus membatasi dirinya dalam berpcaran agar tidak terperosok dan tidak menjadi korban cinta yang fatal yang membuat kehidupan dirinya jadi terbengkelai dan penuh derita dalam kehidupan masa depannya. Penyakit rasa kangen yang sudah kronis bagi mereka yang berpacaran, akan segera terobati/sembuh, jika diobati dengan menikah segera, sehingga bisa benar-benar melampiaskan nafsu birahinya dengan istri ataupun suaminya. Meskipun begitu, belum tentu setelah pacarnya dinikahi kemudian hilang rasa derita dalam hidupnya dan penuh rasa bahagia. Sebab hidup tidak hanya cukup dengan cinta dan punya suami atau istri. Hidup butuh sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani kita, sehingga kita bisa merasa senang, aman, nyaman dan bahagia. Itulah sebabnya perlunya bagi mereka yang masih muda untuk mempersiapkan masa depannya. Meskipun dari kalangan remaja banyak yang dalam belajar selama bersekolah pikirannya terganggu oleh rasa kangen terhadap pacar karena terbiasa merasa asyik bersenang-senang berpacaran dengan pacarnya, tetapi tidak sedikit pula para pelajar yang tidak mau berfikir tentang pacar sebelum cita-citanya tercapai. Sebab mereka menyadari bahwa belajar dan aktivitas mereka akan banyak terganggu jika mereka lebih mengutamakan mencintai cowok/cewek sebelum cita-citanya tercapai. Terlebih jika pacaran yang dilakukan masih sangat jauh untuk menuju menikah, maka secara umum kebanyakan mereka (terutama remaja cewek) mengalami menjadi korban akibat diputus cintanya oleh cowok yang menjadi pacarnya. Dengan membiarkan dirinya cinta dan kangen terhadap lawan jenis dan melampiaskan nafsunya berbuat intim atau mesra sebelum diikat oleh tali pernikahan, maka penyakit kangen pacar tidak akan pernah berhenti, sehingga dalam hidupnya menyebabkan rohaninya selalu terganggu. Sangat bersyukurlah bagi para remaja yang tetap mampu menahan diri berusaha mengendalikan diri untuk tidak melakukan berpacaran terlebih dahulu pada saat-saat masih bersekolah, karena merasa harus lebih mengutamakan mengejar cita-cita melalui menuntut ilmu terlebih dahulu, demi untuk menggapai masa depan yang lebih baik, dan hidup di jalan yang diridhoi oleh Alloh SWT. Itulah sebabnya, bahwa dalam hidup ini kita wajib berikhtiar atau berusaha, dan dengan senantiasa meningkatkan iman dan takwa kita kepada Alloh SWT, sehingga kita bisa memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Dari sudut bahasa sudah nampak bahwa pacaran adalah hubungan cinta kasih antara lawan jenis diluar nikah, dan mengandung unsur-unsur yang membahayakan masa depan kedua pasangan tersebut baik di dunia maupun di akhirat kelak.
FIRMAN ALLAH :
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (QS. Al-Israa : 32).
RASULULLAH SAW,bersabda :
"Sesungguhnya salah seorang di antara kamu ditikam dari kepalanya dengan jarum dari besi,adalah lebih baik daripada menyentuh seseorang yang bukan muhrimnya.
(HR. Thabrani).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar